Bengkulu Jadi Lokasi Studi Lemhanas

Rapat persiapan.
Rapat persiapan.

Potret Raflesia – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) dijadwalkan akan melaksanakan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) PPRA LXI Tahun 2020 di Bengkulu selama lima hari, terhitung sejak tanggal 24-28 Agustus 2020 mendatang. Hal tersebut dibahas dalam rapat persiapan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bertempat di Ruang Rapat Raflesia, Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (4/8).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri ini dihadiri langsung oleh Direktur Pembinaan Peserta Pendidikan Debiddikpimkatnas Lemhanas RI Laksma TNI Budi Kalimantoro. Dijelaskan Budi SSDN tersebut akan diikuti oleh rombongan yang berjumlah 31 orang, terdiri dari 25 peserta dan 6 pendamping.

“SSDN sebagai tolok ukur Ketahanan Nasional Indonesia. Dalam kunjungan akhir bulan nanti peserta yang datang ke Bengkulu adalah angkatan ke-61, jumlahnya 31 orang termasuk Wakil Gubernur Lemhanas”, terang Budi.

Studi strategis yang dimaksud bertujuan untuk mengenal sekaligus melihat secara langsung penerapan kehidupan sosial serta peningkatan pembangunan di Bengkulu. Kemudian, data yang diperoleh dari studi akan dapat digunakan sebagai indikator Ketahanan Nasional Indonesia.

Dari rapat ini diketahui fokus studi akan dilakukan pada beberapa tempat mulai dari instansi hingga objek wisata. Seperti halnya Gedung Daerah Balai Raya Semarak, Mapolda Bengkulu, Korem 041/Gamas, DPRD Kota Bengkulu, PT. Pelindo II, Perguruan Tinggi dan beberapa objek wisata di Kota Bengkulu. Tidak hanya sebatas wilayah Kota, studi juga akan dilakukan di Kabupaten, salah satunya Kabupaten Bengkulu Tengah.

Menyikapi rencana tersebut Sekda Hamka Sabri menyampaikan Pemprov Bengkulu menyambutnya baik dan berharap kegiatan tersebut terlaksana dengan lancar.

“Ini suatu kehormatan bagi Provinsi Bengkulu tentu kami menyambutnya dengan sangat baik, bersama Forkominda segara persiapan akan kita susun sesuai protap yang ada. Terutama mengenai protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19”, demikian Hamka. (Su41/MC)