Edi-Ice Layangkan Laporan ke Bawaslu Kepahiang

Tim Hukum Bapaslon perseorangan Bupati-Wakil Bupati Edi-Ice saat menyerahkan laporan kepada Bawaslu Kepahiang.
Tim Hukum Bapaslon perseorangan Bupati-Wakil Bupati Edi-Ice saat menyerahkan laporan kepada Bawaslu Kepahiang.

Potret Raflesia – Bapaslon Kepala Daerah jalur perseorangan Edi-Ice akhirnya melayang laporan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepahiang terkait permohonan penyelesaian sengketa atas Berita Acara KPU Kepahiang tentang rekapitulasi dukungan hasil perbaikan bakal pasangan calon perseorangan pada Pilkada Kabupaten Kepahiang tahun 2020. Laporan sengketa ini disampaikan melalui kuasa hukumnya Dr. Novran Harisa SH MHum.

Saat dikonfirmasi Edi Sunandar mengatakan, langkah ini harus diambil karena banyak sekali kejanggalan dan ketidak profesionalnya pihak penyelengara, dalam hal ini KPU Kepahiang dalam melaksanakan tahapan verifikasi faktual rekapitulasi dukungan hasil perbaikan, sehingga dalam pleno KPU Kepahiang pada tanggal 21 Agustus 2020 kemarin pihaknya dinyatakan tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya.

“Kami mengambil jalur ini karena kami merasa telah dicurangi dan dirugikan dengan tahapan yang dilakukan tidak sesuai dengan PKPU no 05 tahun 2020, dan untuk lebih jelasnya silahkan tanyakan kepada kuasa hukum kami saudara Novran”, ujar Edi didampingi Ice Bando.

Sementara itu, kuasa hukum bakal pasangan calon perseorangan Bupati-Wakil Bupati Edi-Ice, Dr Novran Harisa SH MHum menegaskan bahwa benar pihaknya telah melayangkan laporan ke Bawaslu Kepahiang, dengan materi permohonan gugatan terhadap pelaksana pemilu dalam hal ini KPU Kepahiang yang tidak melakukan tahapan verifikasi faktual sesuai dengan PKPU no 05 tahun 2020, sehingga hal ini merugikan pihak Edi-Ice. Hasil Pleno KPU Kepahiang yang telah menetapkan Bapaslon perseorangan Edi-Ice tidak dapat mengikuti tahapan Pilkada selanjutnya itu tanpa dasar yang benar, karena banyak sekali kejanggalan yang dilakukan sehingga dukungan yang seharusnya melebihi apa yang telah ditentukan tidak tercapai. 

“Contohnya, pada tahapan verifikasi faktual (verfak) penyampaian dukungan hasil perbaikan bakal pasangan calon perseorangan Edi-Ice baru mendapatkan dokumen verifikasi administrasi (vermin) dari KPU untuk melakukan verfak pada tanggal 11 Agustus 2020, itupun diperoleh setelah pihak Edi-Ice melayangkan surat permohonan untuk mendapatkan hasil vermin ke KPU Kepahiang, sehingga pihak Edi-Ice telah dirugikan selama dua hari. Karena hasil vermin KPU itu diberikan siang hari dalam bentuk soft copy pada tanggal 11 agustus tersebut, padahal tahapan dimulai pada tanggal 10 Agustus”, beber Novran, Senin (24/8).

Lanjut Novran, pihaknya tidak bisa menjelaskan secara detail point apa saja yang menjadikan bukti permohonan gugatan mereka, yang jelas gugatan ini dilayangkan ke Bawaslu lengkap dengan semua bukti kecurangan dan ketidakprofesionalan pihak penyelenggara pemilu Kepahiang sehingga pihak mereka dirugikan.

“Yang pasti akibat kekurangan waktu dan lainnya tersebut Edi-Ice kehilangan lebih 4000-an dukungan yang tidak bisa diverifikasi faktual oleh PPS. Saya selaku kuasa hukum Edi-Ice meminta pihak Bawaslu membatalkan berita acara rekapitulasi dukungan hasil perbaikan bakal calon perseorangan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang Tahun 2020, dan menyatakan Edi-Ice sebagai salah satu pasangan pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kepahiang Tahun 2020”, tegasnya.

Saat ditanya apakah ada rencana ke DKPP, Novran hanya mengatakan pihaknya sudah menyiapkan segala sesuatu untuk itu, tergantung pada apa yang akan diputuskan oleh Bawaslu Kepahiang nantinya. “Kita lihat saja nanti”, ujar Novran. (Soe)