Mahasiswa UNIB Tuntut Penurunan UKT

Aliansi Mahasiswa UNiB, melakukan aksi tuntut penurunan UKT.
Aliansi Mahasiswa UNIB, melakukan aksi tuntut penurunan UKT.

Potret Raflesia – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNiB, melakukan aksi di depan pagar Rektorat Universitas Bengkulu (UNIB), mereka menuntut agar pihak Rektorat UNIB segera menurunkan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), tuntutan ini diajukan karena sebagaian besar orang tua mahasiswa UNIB terdampak secara ekonomi di masa Pandemi Covid-19. Tidak hanya menuntut agar UKT diturunkan mahasiswa juga mempertanyakan fasilitas yang diberikan oleh pihak UNIB selama kuliah daring di masa pandemi, mereka menilai fasilitas yang diberikan oleh pihak UNIB tidak menjawab kebutuhan mahasiswa selama kuliah daring berjalan.

“Jum’at kita akan berikan naskah kajian kepada pihak universitas, pihak kemahasiswaan siap memfasilitasi dengan pertemuan kami dengan pihak rektorat, kami telah banyak melakukan kajian sebelumnya dan juga telah beberapa kali melakukan audiensi. Semoga apa yang disampaikan kemahasiswaan tadi bukan janji manis saja”, tegas Fauzan Hanif, Koordinator Aksi Aliansi Mahasiswa UNIB, saat ditemui seusai Orasi di depan pagar rektorat.

Ditemui di tempat terpisah Rektor UNIB, Prof. Dr. H. Ridwan Nurazi, M.Sc mengatakan bahwa penurunan biaya UKT telah lama dibuka prosesnya dan telah ada ratusan lebih mahasiswa yang mendapatkan penurunan biaya UKT, beliau juga menegaskan bahwa konsep keadilan yang diutamakan pihak UNIB dalam menentukan besaran UKT.

“Ya, saya sampaikan saja, bahwa kebijakan kita di UNIB kita ingin berkeadilan, bagi orang tuanya yang betul terdampak, tentu kita tolong tapi jika orang tuanya mampu, misalnya PNS, pegawai BUMN, pegawai Bank atau pedagang besar, yang seperti ini kita harapkan dapat membantu kepada yang terdampak betul, jadi potongan ini kita berikan kepada orang tua mahasiswa yang betul terdampak, kita juga harus verifikasi data, kan ada orang yang jujur, ada juga yang tidak jujur, nanti jika ada yang mengusulkan nanti kita cek kelapangan. Untuk potongan merata tidak bisa kita terapkan, karena itu tidak adil. Selain itu, untuk fasilitas kita sudah berikan kuota internet, dosen juga merupakan fasilitas kampus, mereka masih belajar walau secara online. Nanti kita evaluasi lagi untuk pemberian fasilitas kuota internet ini”, ujar Ridwan Nurazi, (Sht).