Masyarakat Minta Kejari Tegas Tuntaskan Kasus Penggelapan Asset Lahan Kota Bengkulu

Feri Vandalis
Feri Vandalis

Potret Raflesia – Adanya Dugaan Penggelapan Aset Lahan Pemerintah Kota Bengkulu dilaporkan oleh Forum Pemuda Peduli Bengkulu (FPPB), lahan yang dimaksud adalah lahan Korpri, yang sebelumnya lahan tersebut diperuntukan bagi Program Gerakan Seribu Rumah (Gerum) Subsidi bagi ASN-Guru di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu dan dilaunching langsung oleh Walikota pada 2016 silam. Namun pada perkembangannya, lahan tersebut dikembangkan oleh pihak developer dan berdasarkan temuan tim Pansus asset Dewan Kota Bengkulu. FPPB melaporkan dugaan kasus penggelapan tersebut kepada pihak Kejari Bengkulu, setelah dilakukan proses pengumpulan bukti, hingga keluarnya Audit BPKP, Pihak Kejari belum juga melimpahkan kasus ini kepengadilan.

“Kita melaporkan, adanya dugaan penggelapan aset daerah di lahan Kopri, ini sudah dilaporkan 5 juli 2019, kasus ini sudah dilakukan penindakan oleh pihak Kejari Bengkulu, juga sudah dilakukan pemanggilan saksi, pengumpulan dokumen, alat dan gelar perkara serta ekspose dengan pihak BPKP dan pengukuran ulang lahan dengan BPN, pada tahun lalu, pihak Kejari beralasan menunggu hasil audit dari BPKP untuk melimpahkan kasus ini kepengadilan. Hasil auditnya telah keluar di awal tahun ini, namun hingga saat ini kasusnya belum juga dilimpahkan ke pihak pengadilan. Pihak kejari harus tegas dalam penyelesaian kasus dugaan penggelapan aset daerah ini, jika tidak kami akan melaporkan Kejari Kota Bengkulu ke Jamwas Kejagung”, tegasFeri Vandalis Koordinator FPBB saat ditemui (25/6)

Lebih lanjut, Feri Vandalis meminta agar pihak Pemerintah Kota juga turut aktif merespon jika ada dugaan penggelapan aset daerah atau pun permasalahan lainnya di Kota Bengkulu, agar kedepannya Kota Bengkulu tidak menambah Kerugian Negara karena penggelapan aset daerah maupun karena permasalahan lainnya.

“Untuk pemerintah kota, kita meminta agar Walikota dan Pemerintah Kota Bengkulu, harus ikut serta untuk menyelamatkan aset daerah kota, karena belum adanya kejelasan kapan dugaan penggelapan aset daerah ini akan dilimpahkan ke pengadilan. Harus ada komunikasi yang baik kedepannya, kami selaku masyarakat kota bengkulu telah menunjukan niat baik untuk menyelamatkan aset daerah ini, harusnya Walikota berterima kasih atas perjuangan kami, dan lebih proaktif lagi melibatkan jajarannya untuk menyelesaikan bermacam permasalahan di Kota Bengkulu”, tutup Feri Vandalis.

Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkulu, Oktalian Darmawan tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui whatsapp atas kasus dugaan penggelapan aset daerah yang dilaporkan oleh Forum Pemuda Peduli Bengkulu. (Sht)