Wali Kota Lubuk Linggau Komitmen Berikan Bantuan Permodalan untuk Pelaku UMKM
Lubuk Linggau – Wali Kota Lubuk Linggau, Rachmat Hidayat, yang akrab disapa Yoppy Karim, menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk memberikan bantuan permodalan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pernyataan ini disampaikan dalam acara reses Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, yang berlangsung di Hotel Dewinda pada Senin, 4 Agustus 2025.
Yoppy Karim mengungkapkan bahwa pelaku usaha UMKM masih menghadapi kendala dalam mengakses permodalan dari perbankan. Ia menyoroti bahwa serapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) hanya mencapai 52 persen, yang menunjukkan rendahnya tingkat kepercayaan perbankan terhadap pelaku usaha.
“Serapan dana kredit usaha rakyat (KUR) hanya 52 persen, artinya masih minim kepercayaan perbankan pada pelaku usaha,” ujar Yoppy.
Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah berusaha mendukung pengembangan UMKM dengan memberikan bantuan kepada 1000 pelaku usaha, masing-masing sebesar 2 juta rupiah. Pemerintah juga berkomitmen untuk memfasilitasi akses KUR bagi pelaku usaha, dengan melakukan komunikasi intensif dengan pihak perbankan agar lebih transparan dalam menjelaskan masalah permodalan yang dihadapi oleh para pelaku usaha.
“Ini dilakukan karena pelaku usaha kurang mampu berkomunikasi dengan bank. Kami ingin memastikan modal usaha untuk dana KUR dapat terlepas dari koperasi atau rentenir dengan bunga yang sangat tinggi,” tambahnya.
Di akhir pidatonya, Yoppy meminta kejelasan terkait Koperasi Merah Putih (KMP), karena hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai modal yang akan disalurkan. Masyarakat telah memperbincangkan dana sebesar 3 milyar yang sebelumnya disampaikan oleh kementerian.


Komentar (0)