Dugaan Penggunaan Material ilegal Proyek Program Revitalisasi di SMA Negeri 4 Lebong
Lebong www.potretraflesia.com/ – Program Revitalisasi SMA adalah program Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperbaiki dan membangun infrastruktur sekolah agar lebih aman, nyaman dan kondusif untuk belajar. Program ini dilatar belakangi oleh Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025dan berfokus pada pada perbaikan fisik, digitalisasi serta pengurangan kesenjangan pendidikan antar wilayah.
Program Revitalisasi ini merupakan bantuan langsung dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dasar dan menengah melalui direktorat jenderal pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta direktorat sekolah menengah atas yang disalurkan langsung dalam bentuk dana hibah.
untuk pertangung jawaban program revitalisasi sekolah langsung dipegang kepala sekolah sedangkan pelaksananya yaitu Panitia Pembangunan Satuan pendidikan (P2SP) yang merupakan sebagai pelaksana teknis dilapangan.
Pelaksanaan program revitalisasi sekolah menengah atas di kabupaten lebong menjadi sorotan publik dimana disalah satu Sekolah Menengah Atas di kabupaten lebong Yaitu SMA Negeri 4 Lebong diduga kuat telah terjadi perbuatan melawan hukum terkaait pelaksanaan program Revitalisasi, temuan dilapangan diduga pembangunan yang dilakukan menggunakan material ilegal, serta tidak sesuai dengan RAB.

dikonfirmasi awak media Komite atau panitia pembangunan yang melaksanakan pekerjaan yaitu saudara inisial DRN mengakui bahwa terkait material yang digunakan untuk pekerjaan semua dibeli langsung oleh kepala sekolah, saya hanya mengerjakan, memenuhi standar atau tidak saya tidak tau, saya hanya bekerja sesuai bahan yang ada, jelasnya
Temuan dilapangan bahwa pasir yang digunakan tidak layak pakai atau pasir yang bercampur dengan tanah, sehingga nantinya akan mempengaruhi mutu kualitas bangunan, untuk coran tidak menggunakan batu split.
untuk memperoleh informasi lebih lanjut awak media mencoba mengkonfirmasi kepada kepala sekolah SMA N 4 Lebong yaitu Bapak Hendera Rozi, melalui telpon dan Pesan Singkat Whatsapp, hingga berita ini diterbitkan awak media tidak mendapatkan jawaban sedangkan posisi telpon celulernya lagi dalam pposisi aktif.
Reporter : Chandra
Editor : Agus


Komentar (0)