Wawali Bengkulu Diduga Kena Tipu, Lomba Burung Batal, Ketua Panitia Minum Racun
Sebuah video yang beredar luas di media sosial Facebook melalui akun Gnews Channel menjadi perbincangan publik. Video berdurasi 1 menit 20 detik tersebut telah ditonton lebih dari 50 ribu kali dan memperlihatkan Wakil Wali Kota (Wawali) Bengkulu, Ronny PL Tobing, meluapkan protes kepada pihak juri lomba burung SMM Bengkulu, Minggu (18/1/2026).
Dalam video tersebut, Ronny tampak mempertanyakan tanggung jawab juri terkait situasi lomba yang dinilainya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ia mengaku merasa dirugikan sebagai peserta lomba burung berkicau.
“Penjurian ini bagian dari panitia atau bukan? Siapa yang bertanggung jawab terhadap kegiatan ini?” tanya Ronny dalam video tersebut.
Tak hanya itu, Wawali Bengkulu juga menuntut kejelasan terkait uang pendaftaran yang telah ia keluarkan untuk mengikuti event tersebut.
“Jadi sekarang ini, uang saya bagaimana? Anda sebagai juri,” ujar Ronny dengan nada tegas.
Diketahui, lomba burung berkicau tersebut tidak hanya diikuti peserta dari Bengkulu, tetapi juga dihadiri pemain burung dari berbagai provinsi di Indonesia. Event ini sendiri berstatus lomba nasional, dengan biaya pendaftaran mencapai Rp4 hingga Rp5 juta per peserta.
Sementara itu, beredar informasi mengejutkan bahwa lomba bertajuk Murai Mania Goes to Bengkulu yang rencananya digelar di Lapangan Sungai Suci tersebut mendadak dibatalkan. Pembatalan ini disebut terjadi setelah ketua panitia diduga menenggak racun dan saat ini dirawat di RSHD Kota Bengkulu.
Akibat pembatalan mendadak itu, ratusan peserta dari berbagai daerah mengaku kecewa karena panitia tidak dapat dihubungi dan belum ada kejelasan terkait pengembalian uang pendaftaran.
“Kami sangat kecewa. Perlombaan tidak jadi, panitia menghilang, dan ketua panitia dikabarkan dirawat di rumah sakit,” ujar salah satu peserta.
Hingga berita ini diterbitkan, Wakil Wali Kota Bengkulu belum memberikan keterangan resmi terkait video yang beredar. Pihak penyelenggara event juga belum memberikan penjelasan resmi, baik mengenai penyebab gagalnya lomba maupun mekanisme pengembalian dana peserta.
Kasus ini masih menyisakan banyak tanda tanya dan menjadi perhatian publik, mengingat keterlibatan peserta dari berbagai daerah serta sejumlah pejabat dalam event tersebut.


Komentar (0)