Biaya Akhir Studi Capai Rp11 Juta, Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu Protes dan Minta Transparansi
Bengkulu – Jagat media sosial di Bumi Rafflesia tengah dihebohkan oleh gelombang protes dari para alumni Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Bengkulu (STIA). Isu tak sedap mencuat terkait membengkaknya total biaya akhir studi yang diklaim mencapai angka fantastis, yakni Rp11 juta per mahasiswa.
Keluhan ini menjadi viral setelah sejumlah alumni membeberkan rincian biaya yang dinilai mencekik, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, akumulasi biaya tersebut terdiri dari beberapa komponen wajib sebelum mahasiswa dinyatakan lulus.
Seorang alumni yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa biaya “paket akhir” di STIA Bengkulu meliputi: Kuliah Kerja Nyata (KKN): Rp3,5 juta, Skripsi: Rp3,5 juta, Prosesi Wisuda: Rp4 juta, Total estimasi: Rp11 juta
“Ini sangat berat bagi mahasiswa. Ironisnya, bagi mahasiswa penerima beasiswa KIP, dana tersebut seolah ‘ditabung’ hanya untuk melunasi biaya-biaya akhir ini,” ungkap sumber tersebut dengan nada kecewa.
Tak hanya soal nominal uang, kekecewaan juga muncul terkait pelayanan saat prosesi wisuda berlangsung. Fasilitas yang diberikan kepada orang tua dan tamu undangan disebut jauh dari kata layak dibandingkan dengan biaya jutaan rupiah yang telah dibayarkan.
“Orang tua kami yang datang tidak diberikan snack. Beruntung kami membawa air minum sendiri. Nasi kotak pun baru dibagikan saat hendak pulang, itu pun hanya tiga kotak,” tambahnya.
Sorotan publik pun semakin meluas. Netizen dan masyarakat Bengkulu mendesak pihak kampus untuk memberikan klarifikasi resmi, termasuk memaparkan rincian penggunaan dana serta dasar penetapan tarif yang dianggap tidak berpihak kepada mahasiswa.
Sejumlah pihak juga mendorong agar kampus menyediakan skema keringanan atau cicilan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial, sehingga proses penyelesaian studi tidak terhambat persoalan administrasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak STIA Bengkulu belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik tersebut. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mendapatkan perimbangan informasi dari pihak pengelola kampus. (red)

Komentar (0)