Jelang Sahur, Dua Lansia di Kepahiang Ditemukan Kritis Usai Tenggak Racun

Oleh admin 19 Feb 2026, 02:49 WIB 36 Views

Kepahiang – Dalam waktu yang nyaris bersamaan, dua peristiwa memilukan mengguncang Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang. Dalam kurun kurang dari 24 jam, dua warga lanjut usia ditemukan dalam kondisi kritis setelah diduga menenggak cairan beracun di kediaman masing-masing, Selasa dan Rabu, 17–18 Februari 2026. Kejadian beruntun ini sontak menimbulkan keprihatinan dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Peristiwa pertama terjadi di Desa Air Pesi. S-Y (61) ditemukan pada Selasa siang dalam kondisi lemas di kamar mandi rumahnya. Saat ditemukan, tangannya masih menggenggam botol berisi cairan yang diduga racun rumput. Keluarga yang menyadari kondisi tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar berdatangan, suasana berubah panik. Tanpa menunggu lama, korban segera dilarikan ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Belum pulih rasa cemas warga atas kejadian itu, peristiwa serupa kembali terjadi keesokan harinya. Rabu pagi, sekitar pukul 10.15 WIB, A-B (50), warga Dusun II Talang Wasim, Desa Tebat Laut, ditemukan di bagian belakang rumahnya dalam kondisi muntah-muntah hebat dan tubuh melemah. Dari keterangan keluarga, ia diduga baru saja meminum campuran racun jenis Sprinter dan Gramaxon. Warga yang melihat kondisinya segera melakukan evakuasi dan membawanya ke rumah sakit.

Pihak RSUD Kepahiang membenarkan bahwa kedua pasien tengah menjalani perawatan intensif. S-Y dirawat di ruang ICU karena kondisinya memerlukan pengawasan ketat, sementara A-B dirawat di ruang Cempaka. Dokter Rahma Wati menjelaskan bahwa tim medis bergerak cepat begitu pasien tiba di instalasi gawat darurat. “Pasien pertama sudah ditangani oleh tim medis sebelumnya. Sementara A-B masuk sekitar pukul 10.45 WIB dan berdasarkan keterangan keluarga memang sempat minum racun,” ujarnya.

Upaya penyelamatan dilakukan secara maksimal, mulai dari tindakan stabilisasi, pembersihan saluran pencernaan, hingga observasi lanjutan untuk memantau perkembangan kondisi keduanya. Hingga kini, pihak rumah sakit masih terus melakukan pemantauan intensif terhadap respons tubuh pasien terhadap penanganan medis yang diberikan.

Di sisi lain, aparat kepolisian telah menerima laporan atas dua kejadian tersebut dan langsung turun melakukan penyelidikan. Petugas mengumpulkan keterangan dari keluarga serta sejumlah saksi untuk mengetahui latar belakang dan faktor yang melatarbelakangi peristiwa ini. Dugaan sementara masih didalami, termasuk kemungkinan adanya tekanan pribadi atau persoalan lain yang memicu tindakan nekat tersebut.

Rangkaian peristiwa ini menjadi pukulan emosional bagi warga sekitar. Dalam waktu singkat, dua keluarga harus menghadapi situasi yang sama—kepanikan, ketidakpastian, dan harapan agar orang terkasih bisa selamat. Banyak warga mengaku terkejut karena kedua korban dikenal sebagai pribadi yang selama ini menjalani kehidupan seperti biasa.

Kejadian beruntun ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis, terutama bagi warga usia lanjut yang kerap menghadapi tekanan hidup secara diam-diam. Dukungan keluarga, komunikasi yang terbuka, serta akses terhadap layanan kesehatan mental menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitar serta segera mencari bantuan kepada tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, atau pihak berwenang apabila melihat tanda-tanda kondisi yang mengkhawatirkan, agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)