Puluhan Calon Relawan SPPG Bengkulu Kecewa, Rekrutmen Mendadak Dibatalkan

Oleh admin 21 Feb 2026, 11:07 WIB 67 Views

Bengkulu – Puluhan calon relawan di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu mengaku kecewa setelah proses rekrutmen yang mereka jalani sejak akhir 2025 mendadak terhenti tanpa penjelasan resmi. Mereka merasa proses seleksi yang telah diikuti dari awal hingga tahap simulasi operasional dapur berakhir tanpa kepastian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para calon relawan mulai mendaftar sekitar Desember 2025. Mereka mengikuti seleksi administrasi, wawancara, hingga briefing teknis serta pembagian posisi kerja sesuai kebutuhan dapur dalam rangka persiapan program Makan Bergizi Gratis di wilayah Bengkulu.

Sejumlah peserta yang dinyatakan lolos tahap awal bahkan telah terlibat dalam simulasi operasional dapur. Kegiatan tersebut disebut sebagai bagian dari uji kesiapan sebelum masuk ke tahap penandatanganan pakta integritas.

Namun situasi berubah setelah simulasi digelar. Grup WhatsApp yang menjadi sarana komunikasi resmi antara calon relawan dan pihak pengelola mendadak dibubarkan. Dalam pesan terakhir sebelum grup ditutup, disebutkan bahwa pihak manajemen atau yayasan pengelola SPPG belum dapat melanjutkan ke tahap berikutnya dengan alasan evaluasi kinerja.

“Setelah simulasi, tiba-tiba grup dibubarkan. Katanya tidak bisa lanjut ke tahap pakta integritas karena alasan kinerja. Tapi kami tidak dijelaskan kinerja yang mana dan seperti apa penilaiannya,” ujar salah seorang calon relawan yang meminta identitasnya dirahasiakan, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, sejak grup komunikasi tersebut dibubarkan, tidak ada lagi pemberitahuan resmi terkait kelanjutan proses rekrutmen. Tidak ada surat tertulis, pengumuman resmi, maupun penjelasan lanjutan yang diterima para peserta.

Ia menyebut, sekitar 40 orang lebih mengikuti proses sejak awal, mulai dari seleksi administrasi hingga simulasi dapur. Para peserta berharap jika memang proses tidak dilanjutkan, seharusnya ada penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan dan spekulasi.

Para calon relawan juga mengaku telah meluangkan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi selama mengikuti rangkaian seleksi dan persiapan. Mereka berharap pihak pengelola memberikan klarifikasi resmi demi menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap program yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)