Tunggu Pecah, Dunia Menanti Kepastian Serangan Amerika ke Iran
Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Mahfuz Sidik, mengatakan dunia saat ini menanti kepastian terkait rencana serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu eskalasi konflik global hingga memunculkan kekhawatiran terjadinya Perang Dunia III.
Hal itu disampaikan Mahfuz dalam Kajian Pengembangan Wawasan Geopolitik bertema “Serangan ke Iran: Benarkah Ambang Pintu Perang Dunia III” yang digelar Jumat (20/2/2026) malam. Ia menilai isu tersebut sangat aktual dan menjadi perhatian banyak pihak di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah.
Mahfuz mengungkapkan, Iran disebut sebagai salah satu dari tujuh negara yang sejak lama masuk dalam agenda geopolitik tertentu untuk dilemahkan secara politik dan militer. Ia merujuk pada dokumen yang pernah diungkap mantan Panglima NATO, Wesley Clark, terkait rencana kebijakan luar negeri AS pasca peristiwa 11 September 2001.
Menurut Mahfuz, dalam dokumen tersebut disebutkan tujuh negara yang menjadi target intervensi militer, yakni Irak, Suriah, Lebanon, Libya, Somalia, Sudan, dan Iran. Dari ketujuh negara itu, kata dia, Iran dinilai sebagai negara yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dilemahkan.
Ia juga menyinggung kebijakan Presiden AS, Donald Trump, yang disebut melanjutkan pendekatan keras terhadap Iran. Trump, menurut Mahfuz, memandang Iran sebagai pendukung terorisme global dan menjadikan isu tersebut sebagai bagian dari strategi geopolitik Amerika.
Selain itu, Mahfuz menyebut adanya dokumen yang disusun sejumlah penasihat senior di Washington DC untuk Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang bertujuan mereposisi peta kekuatan di Timur Tengah dengan menjadikan Israel sebagai kekuatan dominan di kawasan.
Mahfuz menilai potensi konflik dengan Iran memiliki konsekuensi besar bagi stabilitas global. Ia menyoroti kemampuan militer Iran, termasuk penguasaan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia, serta kedekatan Iran dengan Rusia dan China.
Menurutnya, jika eskalasi benar-benar terjadi, dampaknya tidak hanya bersifat regional, tetapi juga global. Ia mengingatkan Indonesia untuk bersikap hati-hati dan tidak terjebak dalam politik aliansi, serta melakukan mitigasi risiko, terutama terkait ketergantungan terhadap impor minyak.
Mahfuz menegaskan, pemerintah perlu mengkalkulasi berbagai kemungkinan secara cermat guna menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.

Komentar (0)