Fauzi Amro Gelar Acara Serap Aspirasi di Lubuk Linggau, Dorong Akses Keuangan Inklusif untuk UMKM

Oleh admin 04 Agu 2025, 22:02 WIB 6 Views

Lubuk Linggau – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, menggelar acara Serap Aspirasi di Hotel Dewinda, Kota Lubuk Linggau, pada Senin, 4 Agustus 2025. Acara reses yang bertajuk “Serap Aspirasi” ini bertujuan untuk mendorong akses keuangan yang inklusif bagi koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta sinergi perbankan.

Hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Lubuk Linggau, staf ahli, Sekdis Koperasi dan UMKM Ii Sumirat, Asmawati dari OJK Region 7 Sumbagsel, pelaku UMKM, serta perwakilan dari Bank Sumsel Babel, BNI, BRI, Mandiri, BTN, dan pejabat Pemkot Linggau.

Dalam sambutannya, Fauzi Amro menekankan pentingnya memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku UMKM di Kota Lubuk Linggau. Ia menyebutkan bahwa kepercayaan bank Himbara terhadap pelaku UMKM masih sangat kecil.

“Kepercayaan bank Himbara pada pelaku usaha sangat kecil. Bank harus memikirkan UMKM, di Linggau ini ada kurang lebih 13.000 pelaku usaha yang harus diberikan akses kemudahan,” ujarnya.

Fauzi juga mengingatkan Dinas Koperasi dan UMKM untuk segera melakukan verifikasi terhadap data pelaku usaha yang ada. Ia berharap agar tidak ada satu orang yang memiliki banyak usaha dalam pendataan. Setelah verifikasi, ia mendorong agar dibuatkan kluster usaha dan dikeluarkan rekomendasi agar pelaku usaha dapat memperoleh permodalan dari perbankan.

“Dinas koperasi segera lakukan verifikasi, dari 13.000 itu, jangan sampai ada satu orang memiliki banyak usaha dalam pendataan. Setelah itu buat clusternya, dikeluarkan rekomendasi agar layak mendapatkan permodalan dari perbankan,” tegas Fauzi.

Selain itu, Fauzi Amro juga membahas wacana untuk berkolaborasi dengan Pemkot Lubuk Linggau terkait bantuan UMKM sebesar 2 juta rupiah. Ia menyarankan agar dana bantuan tersebut dapat dijadikan subsidi, dengan mekanisme agar UMKM mendapatkan pinjaman modal sebesar 10 juta rupiah dari bank dan hanya perlu membayar pokok hutangnya saja.

“Bagaimana jika untuk 1000 UMKM yang akan mendapatkan bantuan 2 juta, agar uang itu nanti dijadikan sebagai subsidi. Jadi UMKM mendapatkan pinjaman modal 10 juta dari bank dan mereka hanya membayar pokok hutangnya saja,” ucap Fauzi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *