Setelah GEMPALA, Wali Kota Dedy Canangkan Gerakan Menanam Buah untuk Ketahanan Pangan

Oleh admin 05 Agu 2025, 13:44 WIB 5 Views

Bengkulu – Usai sukses menggalakkan Gerakan Menanam 10 Ribu Pohon Kelapa (GEMPALA), Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali menyiapkan gebrakan baru: Gerakan Menanam Buah. Inisiatif ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan kota dengan mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong secara produktif.

“Setelah GEMPALA, kita langsung lanjut dengan gerakan menanam buah. Kalau ada halaman kosong di rumah, daripada ditanami pohon yang tak ada manfaat, lebih baik tanam mangga, rambutan, dan buah lainnya,” ujar Dedy, Selasa (5/8/2026).

Gerakan ini menyasar pemanfaatan lahan tidur, pekarangan rumah, kantor, sekolah, dan ruang terbuka hijau agar ditanami pohon buah. Menurut Dedy, langkah ini tak hanya bermanfaat untuk ketahanan pangan, tapi juga bisa mempercantik lingkungan dan menambah pendapatan warga.

Inspirasi gerakan ini datang dari Kota Nanning di China, yang dikenal dengan sebutan “Kota Buah” karena ditumbuhi ribuan pohon buah seperti leci, kelengkeng, jambu mawar, mangga, hingga almond di sepanjang jalan dan gang-gangnya. Meski di Indonesia ada keterbatasan regulasi untuk menanam pohon buah di pinggir jalan raya, Dedy menegaskan pemanfaatan ruang alternatif seperti taman kota dan lahan tidak terpakai akan dioptimalkan.

“Yang tidak dibolehkan itu menanam di seberang jalan karena risiko jatuhnya buah. Tapi di ruang terbuka hijau, sekolah, dan perkantoran bisa kita manfaatkan,” jelasnya.

Dedy juga mengapresiasi warga yang telah terlebih dahulu memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur untuk pertanian produktif. Ia menyebut langkah itu selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan.

Sebagai informasi, gerakan menanam buah ini diyakini memiliki berbagai manfaat: menyediakan buah segar, memperbaiki kualitas udara, mendukung edukasi, mempercantik kota, hingga mengurangi dampak perubahan iklim.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *