Jalan Provinsi di Napal Putih Rusak Parah, Warga Tuding Tambang Batubara Jadi Biang Kerok

Oleh admin 03 Okt 2025, 23:27 WIB 4 Views

Bengkulu Utara, www.potretraflesia.com/ – Akses jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan Napal Putih menuju Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, kian memprihatinkan. Kondisinya sudah rusak parah bahkan di Desa Tanjung Alai sepanjang kurang lebih 100 meter terancam putus total.

Kerusakan tersebut ditemukan langsung saat tim media melakukan investigasi ke lokasi pada 2 Oktober 2025. Jalan yang seharusnya menjadi jalur utama masyarakat justru tampak mengenaskan: aspal nyaris hilang, hanya tersisa batu dan tanah yang terus terkikis.

Warga Merasa Terabaikan

Sejumlah warga mengaku kerusakan jalan ini bukan persoalan baru. Jalan provinsi tersebut sudah lebih dari satu dekade tak pernah tersentuh perbaikan.

“Jalan ini akses vital kami ke ibu kota kabupaten maupun ke provinsi. Sudah lebih dari 10 tahun rusak dan belum ada perhatian dari pemerintah. Kami sangat berharap Pemprov segera turun tangan,” ungkap AK (50), warga Napal Putih, kepada wartawan.

Diduga Akibat Aktivitas Tambang

Selain faktor usia jalan, warga juga menuding aktivitas pertambangan batubara di wilayah tersebut memperparah kerusakan. Mereka menyebut salah satu perusahaan tambang, PT Bama, melakukan pengerukan hingga mendekati badan jalan.

“Bekas galian tambang tidak direklamasi. Tanahnya terus longsor dan semakin menggerus badan jalan. Kalau dibiarkan, bukan hanya rusak, tapi jalan ini bisa benar-benar putus,” jelas AK.

Belum Ada Tanggapan Perusahaan

Media mencoba mengkonfirmasi tudingan warga dengan menghubungi pihak PT Bama melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari pihak perusahaan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam kerusakan jalan provinsi tersebut.

Mendesak Pemerintah Bertindak

Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun provinsi tidak tinggal diam. Pasalnya, jalan Napal Putih–Ketahun merupakan jalur vital bagi perekonomian dan mobilitas masyarakat. Jika akses ini terputus, aktivitas warga akan lumpuh, sementara potensi kerugian sosial dan ekonomi dipastikan semakin besar.

“Jangan sampai kami merasa dianaktirikan. Jalan ini urat nadi masyarakat. Pemerintah harus segera bertindak,” pungkas AK.

Reporter: Alfridho Ade Permana
Editor: Anasril

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *