Pembangunan Gedung Gerai KMP desa Garut, akan di Demo Masyarakat

Oleh admin 29 Des 2025, 20:51 WIB 8 Views

Lebong www.potretraflesia.com/ – Pembangunan Gedung Gerai Koprasi Merah Putih mendapatkan penolakan oleh masyarakat, pembangunan yang dapat penolakan yaitu Pembangunan Gedung Gerai Koprasi Merah Putih Kecamatan Amen kabupaten lebong.

Penelusuran awak media terkait penolakan pembangunan Gedung Gerai Koprasi Merah Putih desa garut bukan serta merta mengingat pembangunan tersebut dilakukan di lahan yang merupakan lapangan sepak bola desa garut kecamatan amen. gelombang penolakan masyarakat yang tergabung dalam Forum Penyelamat Tanah Ulayat Tabeak Garut (FPTUTG), yang akan melakukan aksi/demo di kantor desa Garut pada Rabu 31 Desember 2025 sebagaimana surat pemberitahuan aksi masyarakat tanggal 29 Desember 2025 yang telah dikirimkan ke bagian Intelkam Polres Lebong.

Aksi protes masyarakat ini disampaikan ketua forum Penyelamat Tanah Ulayat Tabeak garut  saudara arwan pada awak media dan menjelaskan bahwa kami masyarakat desa garut dan Tabeak menolak pembangunan Gedung Gerai Koperasi Merah Putih dilapangan sepak bola, karena lapangan tersebut adalah lapangan yang digunakan sebagai tempat sarana olah raga bagi masyarakat desa garut dan tabeak, tanpa persetujuan masyarakat kok bisa bisanya kepala desa mengizinkan pembangunan gedung gerai koprasi dilapangan sepak bola, apa haknya kepala desa sendiri yang memutuskan, lapangan tersebut bukan tanah yang didapat atau dibeli oleh dana desa, ini milik bersama desa garut dan desa tabeak untuk sarana olah raga. jelasnya dengan tegas

Terkait aksi penolakan Pembangunan Gedung Gerai Koprasi merah putih di lapangan sepak bola desa garut, awak media mencoba mengkonfirmasi kepada pjs kepala desa garut, hingga berita ini ditayangkan kepala desa garut tidak menjawab konfirmasi dari awak media.

Reporter       :   DM
Editor            :   Agus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin penulis.

Komentar (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *