BR Bantah Kecewa, Nadia: Saya Minta Maaf

 

Anggota sanggar budaya Bambu Runcing Kepahiang.
Anggota sanggar budaya Bambu Runcing Kepahiang.

Potret Rafflesia – Keberangkatan tim kesenian binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, Sanggar Budaya Bambu Runcing saat mengisi acara HUT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta dengan tampilan memukau, justru menuai polemik karena menurut pemberitaan beberapa media online, ada orang tua peserta yang merasa kecewa dan keberatan atas uang saku yang diterima anaknya sepulang dari pementasan tersebut, Sabtu, (28/4)

Menyikapi hal tersebut, pihak pembina sekaligus pelatih sanggar Bambu Runcing (BR), Benni membantah keras hal tersebut. Menurut Benni tidak ada satupun dari anak sanggar yang merasa keberatan atas apa yang mereka terima setelah pulang dari Jakarta.

Baca juga: Wakili Provinsi Bengkulu Pada HUT…

Pembina sekaligus pelatih sanggar Bambu Runcing (BR), Benni.
Pembina sekaligus pelatih sanggar Bambu Runcing (BR), Benni.

“Saya hanya heran dengan pemberitaan tersebut, ada sesuatu yang aneh yang saya lihat, tiba-tiba saja ada orang tua anggota sanggar yang merasa kecewa atas uang saku yang dibawa pulang anaknya, dan ada pembicaraan total uang yang akan diterima anaknya, dari awal kita sebelum berangkat sudah membicarakan hal ini secara terbuka, matang dan juga terencana. Keberangkatan kami ini hanya untuk menampilkan kesenian daerah kita, kesenian propinsi Bengkulu, semua kebutuhan peserta yang ikut sudah disiapkan oleh propinsi dan juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepahiang, kalau soal uang saku itu semuanya dapat porsi yang sama, baik yang tampil sekali atau yang tampil tiga kali, karena itu bukan tujuan kita, kita tidak mencari uang disini, apa lagi gaji, tapi lebih kepada bagaimana caranya membawa nama baik propinsi Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang melalui kesenian daerah kita”, papar Benni.

Lanjut Benni, mengenai keluhan salah satu orang tua peserta itu justru dibantah oleh anaknya, karena menurut anaknya, Nadia, orang tua tidak bermaksud seperti itu, hanya bertanya saja karena apa yang didengar orang tuanya tidak sama dengan yang dibawa pulang.

“Jadi sebelum berangkat kita rapat bersama orang tua, Dinas pendidikan dan juga seluruh anggota sanggar termasuk orang tua Nadia, di rapat tersebut ada pembicaraan keberangkatan ini adalah murni pementasan seni dan kebetulan sanggar Bambu Runcing yang ditunjuk pihak propinsi untuk berangkat, masalah uang saku bisa saja nanti ada, lima ratus, satu juta atau mungkin hanya seratus ribu rupiah, karena tidak ada budget untuk itu, nah saat itu tidak ada bantahan, semuanya setuju asal anak-anak mereka bisa ikut tampil di HUT TMII Jakarta”, ujar Benni.

Jika memang ada yang mau bertanya baik itu wartawan, atau orang tua anggota sanggar, menurut Benni dialah orang yang paling tepat untuk ditanya, karena semua dana yang turun dari propinsi melalui Dinas pendidikan Kepahiang itu diolah mutlak oleh sanggar.

“Silahkan saja datang kepada saya untuk lebih jelasnya, agar tidak ada prasangka buruk dalam masalah ini”, tegas Benni.

Anggota sanggar budaya Bambu Runcing, Nadia.
Anggota sanggar budaya Bambu Runcing, Nadia.

Sementara itu, Nadia kepada potretrafflesia.com mengatakan, bahwa dirinya tidak merasa keberatan sedikitpun untuk masalah uang saku yang diberikan sanggar kepada dirinya, karena dirinya merasa puas dan sangat bangga, bisa ikut tampil dalam acara di TMII tersebut, apa lagi keberangkatan mereka kesana merupakan utusan propinsi Bengkulu dari Kabupaten Kepahiang untuk menampilkan seni daerah, yang ditonton oleh para petinggi Indonesia dan ratusan penonton.

“Saya senang sekali, dan merasa sangat bahagia, bisa bergabung di sanggar ini, bisa tampil di Ibukota serta bisa menginjakan kaki saya ke jakarta, melalui pentas kesenian ini, sanggar Bambu Runcing adalah wadah bagi saya untuk mengekspresikan bakat serta hobi saya, sekaligus mewujudkan impian saya untuk ke Jakarta, jadi saya mohon maaf atas apa yang telah terjkadi, karena berita yang saat ini sedang beredar, itu sama sekali tidak benar”, kata Nadia sambil menangis.(Soe)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *