LPPM Unib dan LKS Gelar Workshop Dorong Seniman Tetap Bekarya di Tengah Pandemi.

LPPM UNIB dan LKS Kota Bengkulu Gelar Workshop.
LPPM UNIB dan LKS Kota Bengkulu Gelar Workshop.

Potret Raflesia – Ditengah pandemi yang melanda dunia, tidak bisa dipungkiri kita tetap harus bertahan secara ekonomi agar dapat menghadapi problematika kehidupan, baik secara mandiri maupun kolektif. Universitas Bengkulu sebagai salah satu kampus di Bengkulu melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dengan Program Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat bermitra dengan Lintas Komunitas Seni (LKS) Kota Bengkulu, mengadakan Workshop dengan tema Melalui Digital Innovative Product dan Smart Management Menuju Masyarakat Ekonomi Mandiri, untuk mendorong seniman yang bernaung di bawah payung LKS untuk tetap berkarya dan dapat memaksimalkan e-marketplace dalam memasarkan produk maupun karya yang dihasilkan.

Workshop yang diisi oleh beberapa dosen Universitas Bengkulu yaitu, Mochammad Yusa SKom MKom, Arie Vatresia ST MT.I Ph.D dan Khairil Afardi SE MM berkolaborasi dengan seniman perempuan Kota Bengkulu Yurika Pratiwi atau lebih dikenal dengan panggilan Yurikart yang merupakan anggota LKS.

Yusa selaku ketua program mengatakan, dengan workhsop ini kedepannya seniman dapat lebih memaksimalkan pemasaran melalui e-marketplace.

“Kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas dengan bermitra bersama Lintas Komunitas Seni, harapannya ini bisa membantu kawan-kawan komunitas bertahan di Era Industri 4.0 dan harapannya kawan-kawan komunitas kedepan dapat membuat peluang ekonomi dan dapat bertahan secara mandiri, nanti kita pandu untuk memaksimalkan pemasaran produk kawan-kawan di e-marketplace, bantuan ini dari Kemenristekdikti disalurkan melalui LPPM Universitas Bengkulu”, ujar Yusa, Dosen Teknik Informatika Unib, (14/7).

Yurikart sebagai pemateri utama mengatakan, seniman harus tetap fleksibel dan dapat memaksimalkan ruang baru seperti e-marketplace dalam memasarkan produk maupun jasa ditengah pandemi ini, selain hal itu manajemen produksi dan kerjasama dengan pihak yang kredibel juga dapat dikelola dengan baik untuk bertahan ditengah gempuran pandemi

“Kegiatan hari ini tuh lebih menekankan pada bagaimana kita management produksi agar dapat cuan yang lebih, kita kerjasama sebelum pandemi sebenarnya, nah berhubung pandemi kita postpone, karena kita sudah new normal akhirnya kita putuskan untuk melakukan workshop, kita juga berharap agar kawan-kawan juga dapat survive bersama. Nah ini kita mengenalkan ruang baru, dengan pemateri yang matang dibidangnya, harapan kita agar kedepannya kawan-kawan LKS dapat memaksimalkan e-marketplace untuk menyiasati kondisi ditengah pandemi seperti sekarang ini”, ujar yurikart disela workshop di trully cafe. (SHT)