Pentingnya Mitigasi Bencana Angin Badai

Potret Raflesia – Angin badai ? Ya, akhir-akhir ini cuaca ekstrim telah melanda Kota Bengkulu. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin badai terjadi di Kota Bengkulu. Kondisi demikian terjadi karena saat ini wilayah Provinsi Bengkulu berada pada fase puncak musim penghujan. Daerah Indonesia bagian barat adalah daerah pantai yang sepanjang tahun ada potensi hujan. Dari sini kita harus menyadari bahwa Kota Bengkulu merupakan wilayah penghujan yang bisa disertai dengan angin badai.

Pernahkah Anda berkendara disaat hujan lebat? Mungkin beberapa diantara kita pernah mengalami hal seperti ini. Hujan lebat disertai angin badai menjadikan hal yang menakutkan bagi sebagian pengendara. Apakah kita tetap berkendara dengan kondisi seperti ini? Apakah si pengendara tidak tahu bahaya yang akan terjadi? Sebagian pengendara yang tetap berkendara dan tidak menghiraukan bahaya yang akan terjadi. Hujan lebat disertai angin badai dapat menyebabkan pohon tumbang, yang dapat mengakibatkan arus lalu lintas jadi terganggu. Tidak hanya itu, bagaimana jika pohon tumbang mengenai kita?

Berdasarkan laporan dari media sosial @bengkuluinfo, hujan disertai angin badai akhir-akhir ini sudah menumbangkan beberapa pohon di sepanjang titik jalan lintas Provinsi Bengkulu, kanopi Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) ambruk, tiang listrik roboh, serta beberapa baliho.

Disini kita menyadari bahwa kita tidak bisa mencegah terjadinya angin badai tetapi kita dapat menghindari dampak terjadinya bencana tersebut. Bagaimana solusinya? Solusi untuk menghindari dampaknya adalah dengan mempelajari karakteristik temperatur udara, pihak terkait harus memperhatikan kondisi pohon-pohon tua, terutama yang berpotensi tumbang agar tidak membahayakan masyarakat. Pohon-pohon yang sudah lapuk dan tua sebaiknya ditebang dan kemudian diremajakan agar tidak tumbang saat angin badai. Beberapa tindakan mitigasi yang tepat dapat menyelamatkan kita dari bencana angin badai.

Selain itu, mengetahui karakteristik temperatur udara dan pengaruhnya terhadap pola kecepatan angin merupakan bagian dari proses memahami fisika, diawali dari mencari tahu tentang fenomena alam secara sistematis. Ya, fisika mempelajari sifat dan gejala fenomena alam.

Tidak hanya BPBD yang ikut andil dalam mitigasi bencana angin badai ini. Tetapi semua pihak harus ikut andil dalam mitigasi bencana angin badai ini.

Masyarakat harus diberi edukasi dan kesadaran dari bahaya yang ditimbulkan. Bagaimana caranya? Edukasi bencana angin badai ini dapat dilakukan melalui pendidikan di Sekolah. Masalah tersebut dapat diatasi melalui pembelajaran fisika dengan mengintegrasikan materi angin badai ke dalam pembelajaran fisika. Sebab fisika merupakan ilmu yang mempelajari sifat dan gejala fenomena di alam. Sedangkan angin badai merupakan salah satu fenomena alam. Menarik bukan?

Mitigasi Bencana dalam Pembelajaran Daring

Selain itu, masalah seluruh dunia yang sedang dihadapi dalam 1 tahun ini yaitu Covid-19. Penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Covid-19 sangat berdampak pada dunia pendidikan. WHO sebagai badan kesehatan dunia  mengeluarkan beberapa kebijakan seperti pembatasan sosial (social distancing) yang kemudian diganti menjadi jaga jarak fisik (physical distancing), hal ini untuk meminimalisir persebaran pandemi Covid-19.

Selama pandemi Covid-19, Kemendikbud merespon dengan kebijakan belajar dari rumah, melalui pembelajaran daring (dalam jaringan). Hal ini menjadikan tantangan bagi seorang pendidik untuk memaksimalkan pembelajaran jarak jauh. Sejalan itu, pendidik ditantang untuk selalu kreatif dalam mendesain materi pembelajaran dan menyediakan sumber belajar yang memungkinkan untuk pembelajaran daring seperti buku elektronik (e-book). 

Dengan kondisi new normal saat ini, proses pembelajaran di Sekolah menerapkan sistem ganjil-genap, yang bertujuan untuk membatasi kapasitas peserta didik dalam kelas. Sehingga mengharuskan peserta didik untuk tetap belajar dari rumah. Pembelajaran di masa new normal seperti ini mengisyaratkan agar sumber belajar harus berbasis elektronik yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. Misalnya seperti e-book.

Ya e-book sangat mudah dalam mengaksesnya. E-book lebih memudahkan kita menampilkan apa yang dinarasikan dalam paragraf bisa didampingi dengan tampilan audio dan visual seperti video yang menampilkan fenomena alam seperti angin badai. Melalui penerapan teknologi informasi dalam pembelajaran diyakini dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap fenomena alam yang terjadi di lingkungannya. Kemudahan akses informasi ini menjadikan ICT (Information and Communication Technology) dapat mengambil peran dalam akses terhadap berbagai sumber pembelajaran.

Harapan saya sebagai mahasiswa pendidikan fisika dalam mengembangkan e-book fisika terintegrasi mitigasi bencana angin badai dapat mengurangi resiko terjadinya bencana angin badai yang tidak dapat diprediksi waktu dan tempat terjadinya. Selain itu, e-book fisika sangat penting pada kondisi new normal seperti ini, yang mengharuskan pembelajaran berbasis ICT untuk memudahkan peserta didik mengakses materi pembelajaran.

Meski kita memiliki ilmu yang sangat tinggi, tetapi kita tidak bisa mengendalikan semuanya, tetap Yang Maha Kuasa-lah pengatur segalanya. Akan tetapi, jangan menjadikan manusia yang selalu berpasrah diri, sebagai siapa pun kita di dunia ini, tetaplah berusaha menjadi berguna bagi orang lain setidaknya bagi diri kita sendiri. 

Penulis : Deby Putri Perwita, S.Pd (Mahasiswi Magister Pendidikan Fisika Universitas Negeri Padang)