Soal APK Rusak, Ketua KPU Kota: Silakan Lapor ke Pihak Kepolisian

APK Paslon Walikota dan Wakil Walikota yang dalam kondisi rusak.
APK Paslon Walikota dan Wakil Walikota yang dalam kondisi rusak.

Potret Rafflesia – Banyaknya Alat Peraga Kampanye (APK) Paslon Peserta Pemilihan Walikota (Pilwakot) Bengkulu yang rusak, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, Darlinsyah mempersilahkan Pasangan Calon melapor ke Polisi. Hal tersebut diutarakan Darilinsyah, pada Senin siang (16/4), di kantor KPU Kota Bengkulu.

Di beberapa tempat, tampak APK Paslon peserta Pilwakot 2018 banyak yang rusak seperti halnya di kawasan pantai panjang, Kecamatan Muara Bangkahulu, dan di banyak tempat lainnya.

“Semuanya (APK) kan sudah kita serahkan ke tim Paslon, jadi semua APK yang ada tiga macam itu, ada baliho, spanduk dan umbul-umbul itu sudah diserahkan sepenuhnya kepada tim paslon. Nah, kita juga menghimbau kepada tim paslon karena tanggung jawab keamanan dan sebagainya ke paslon, maka, ya silakan melapor ke pihak kepolisian. Silahkan, karena semua otoritas itu sudah kita serahkan sepenuhnya”, ungkap Darlinsyah kepada pewarta potretrafflesia.com¬†saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Sekretariat KPU Kota Bengkulu.

Sementara itu, pihak KPU sendiri sudah pernah menginstruksikan kepada seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di wilayah masing-masing pemasangan APK untuk memantau apabila ada kerusakan APK, agar dapat memberitahu Paslon bahwa APK yang terpasang mengalami kerusakan.

“Walaupun sudah kami serahkan sepenuhnya kepada Paslon (APK), tetapi kami baik PPS yang dibawah wilayah masing-masing itu kan harus memantau, kalau seandainya rusak (APK) mereka diperintahkan untuk menyampaikan ke tim Paslon masing-masing, jadi sifatnya memberikan informasi bahwa di lokasi itu ada kerusakan APK dan sebagainya, mengenai penggantian dan sebagainya kita serahkan semuanya ke tim Paslon”, sambung Darlinsyah.

Kemudian, Darlinsyah juga menghimbau kepada masyarakat agar sama-sama menjaga APK yang terpasang, bahwa ini merupakan bagian dari kampanye Paslon Pilwakot yang memuat visi dan misi dari masing-masing Paslon, karena mengingat dana pembuatan APK ini sendiri menggunakan dana APBD. Selain itu, untuk pihak Kepolisian agar dapat menindak tegas pihak-pihak yang merusak tatanan demokrasi dan sosialisasi dalam rangkaian kampanye ini.

“Untuk APK-nya silahkan ditata ulang dan diganti sesuai dengan jumlah yang disepakati, bukan jumlah yang rusak saja, melainkan sesuai dengan jumlah 150% jumlah seluruh APK yang ada dan telah disepakati, kontennya harus sama kemudian bentuknya juga harus sama. Paling tidak, walaupun tidak diganti hendaknya dijaga, jangan hanya KPU yang melakukan sosialisasi terkait penjagaan fasilitas itu, Paslon juga harus begitu”, ujar Darlinsyah.

Untuk diketahui, APK Pilwakot ini dilindungi oleh hukum. Apabila ada masyarakat yang melihat perusakan APK ini, dihimbau untuk melaporkan tindakan tersebut, boleh langsung ke pihak Kepolisian, PPK, KPU, maupun ke Paslon. Jika seseorang terbukti merusak APK, maka akan dikenakan sanksi pidana.

“Kami sendiri sudah berkoordinasi dengan pihak Polda untuk mengamankan APK Paslon yang terpasang, dan pihak Polda dan jajarannya sendiri sudah melaksanakan pengamanan tersebut”, pungkasnya. (N-Chan)

Artikel Terkait

2 Comments

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *